Home > Selayang Pandang, Sepenggal Kisah > Ikhlas Dalam Tinjauan KH. Ahmad Rifa’i

Ikhlas Dalam Tinjauan KH. Ahmad Rifa’i

Google, Facebook, Yahoo, Twitter, Dawai Qolbu, Gus Dur, UII, Andario Dwi, IkhlasDefinisi ikhlas yang dikemukakan oleh KH. Ahmad Rifa’i adalaha sebagai berikut :

Ikhlas tegese makna tarajumah tinemune
Iku bebersih istilah maknane
Iku bersihaken ati ing Allah nejane
Gawe ngibadah ora keno nejo liyane (Riayah Akhir)

Terjemahannya :

Ikhlas secara etimologi artinya membersihkan. Sedangkan menurut istilah, ikhlas berarti membersihkan hati agar ia menuju kepada Alloh semata. Yakni dalam melakukan ibadah, hati tidak boleh menuju kepada selain Alloh.

Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa , ikhlas adalah kesucian hati dalam beribadah dan beramal untuk menuju kepada Allah semata. Ikhlas adalah suasana kejiwaan yang mencerminkan motivasi batin ke arah beribadah kepada Alloh dan ke arah membersihkan hati dari kecenderungan untuk melakukan suatu perbuatan yang tidak menuju kepada Alloh, atau dengan kalimat lain, ikhlas berarti ketulusan niat untuk berbuat hanya karena Allah, semata-mata memenuhi panggilan Alloh. Seseorang dikatakan ikhlas manakala, dalam melalkukan perbuatannya, ia selalu didorong oleh niat untuk berbakti kepada Alloh dan bentuk perbuatannya itu sesuai dengan koridor syariat Nabi Muhammad Saw. Sifat ikhlas semacam ini merupakan bentuk aplikasi ikhlas terbaik dalam segala dimensi, pikiran ataupun perbuatan.

KH Ahmad Rifai mengklasifikasikan ikhlas menjadi tiga tingkatan, yang pertama yaitu ikhlas awwam yaitu melakukan suatu perbuatan ibadah karena didorong rasa takut terhadap siksaaan Allah dan mengharapakan atas pahala yang melimpah. Kedua yait ikhlas khawas yaitu melakukan ibadah karena didorong oleh rasa ingin mendekat kepada Allah, dan didorong oleh keinginan untuk mendapatkan ssuatu dari kedekatanya kepada Allah tersebut. Ketiga ialah ikhlas khawasul khawas yaitu beribadah kepada Allah karena semata-mata didorong oleh suatu kesadaran bahwa segala sesuatu yang ada adalah milik Allah dan hanya Allah lah sebenar-benarnya Tuhan yang berhak disembah.

Di lihat dari klasifikasi diatas, maka sifat ikhlas golongan pertama dan kedua masih mengandung pamrih karena masih mengharapkan balasan ALLAH. sementara ikhlas yang ketiga adalah ikhlas yang benar-benar tulus dan murni karena tidak mengharapkan sesuatupun dari Alloh melainkan ridlaNya.Sifat ikhlas yang ketiga ini hanya dimiliki oleh orang yang Arif billah.

Sumber:
http://rifaimovic.wordpress.com/2009/03/06/ikhlas-dalam-tinjauan-kh-ahmad-rifai/

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: