Home > Fiqih > Membaca Quran Di Kuburan

Membaca Quran Di Kuburan

ziarah (1)Bagaimanakah hukumnya membaca Al-Qur’an dekat kuburan? Sudah menjadi tradisi bagi kita masyarakat Indonesia untuk melakukan ziarah kubur. Apalagi di waktu yang diyakini sangat bagus jika kita melakukan ziarah kubur. Dalam melakukan ziarah kubur setidaknya kita membaca ayat Al-Quran, yang tak lain (minimal) Al-Fatihah dan Yasin. Cuma akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang menghujat tradisi yang baik ini dengan dalih itu bid’ah! Tak ada tuntunan dari Nabi! Siapa bilang?

Ada dasar kuat yang menyebutkan bahwa ziarah dan membaca ayat Quran di kuburan itu Sunnah. Berikut ulasannya.

Tersebut dalam kitab Sunan Abu Dawud sebuah hadis berikut ini:

    Dari Ma’qil bin Yasar, ia berkata, Nabi Saw. telah bersabda: “Bacalah surat Yaasiin untuk orang yang mati di antara kamu.” (Riwayat Imam Abu Dawud; kitab Sunan Abu Dawud, Juz III, halaman 191)

Imam Abu Dawud telah memberikan judul hadis ini dengan Babul qira-ati ‘indal mayyiti, artinya: Bab “Membaca Al-Qur’an Dekat Orang Mati”. Sehubungan dengan hadis tersebut, seorang ulama besar yang bernama Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani berkata:

    Hadis ini derajatnya hasan. Tidak ada bedanya antara bacaan Yaasin dari jamaah yang hadir dekat orang mati atau di atas kuburnya dengan membaca seluruh ayat Al-Qur’an, atau sebagiannya bagi orang mati, di masjid atau di rumah. (Kitab Adz-Dzakhiratuts Tsaminah, halaman 43)

Lebih gamblang lagi Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar berkata:

    Imam Syafii dan sahabat-sahabatnya telah berkata, “Sunat hukumnya bagi (kaum muslimin) membaca sebagian ayat Al-Qur’an di depan kuburan (Mayat) .” Mereka juga berkata, “Jika mereka dapat mengkhatamkan Al-Qur’an seluruhnya, hal itu baik sekali.” (kitab Al-Adzkar, halaman 147)

Dari kitab ad-Dzakhirratuts-Tsaminah :

Dan sesungguhnya terdapat riwayat mutawatir bahawasanya Imam asy-Syafi`i telah menziarahi kubur Imam Laits bin Sa`ad dan beliau telah memujinya dengan pujian yang baik dan telah membaca di sisi kuburnya al-Quran sekali khatam. Seterusnya beliau berkata: ” Aku berharap agar berterusan perbuatan ini”, dan begitulah berterusan perkara tersebut seperti demikian.

Dalam kitab yang sama juga dinyatakan:

Imam al-Khallal telah meriwayatkan Imam asy-Sya’bi sebagai berkata: “Adalah orang-orang Anshar, jika ada yang meninggal dunia di antara mereka, maka mereka secara bergantian datang ke kuburnya untuk membacakan al-Quran.

Syaikh Abdur Rahman al-Jaziri dalam kitab “al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba`ah” menyatakan:

Dan sewajarnya bagi orang yang menziarahi tanah perkuburan untuk menyibukan dirinya dengan doa dan tadharru` (merendah diri) dan mengambil iktibar dengan orang-orang mati serta membacakan al-Quran untuk si mati. Maka yang sedemikian tadi bermanfaat untuk si mati atas qawl yang asah.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membaca Al-Qur’an dekat kuburan hukumnya Sunnat.

(http://www.alhamidiyah.com/?v=fatwa&baca=14)
(http://bahrusshofa.blogspot.com/2005/11/hukum-membaca-al-quran-di-kubur.html)

Categories: Fiqih
  1. hasbullah
    7 November 2009 at 10:29

    biasanya sesudah orang dikuburkan, ada beberapa daerah di tanah air kita melakukan baca quran di kuran sesudah mayit dikuburkan. acara baca quran selama 7 hari yang dilakukan secara berjamaah.pada hari ke 7 ahli mayit menjemput orang-orang yang baca quran dikuburan, seakligus membayar ongkos baca quran. mengenai ongkos nya tergantung pada saat perjanjian dengan ahli mayit. biasa nya sekitar 4 jutaan. yang ingin saya tanyakan. apakah para sahabat ada melakukan seperti itu? adakah dalili yang sahih tentang itu? mohon penjelasan

  2. 7 November 2009 at 16:13

    Dapat darimana cerita itu kang?
    Ahli mayit itu maksudnya keluarga ahli mayit (yg meninggal)?
    Saya baru pertama kali denger yg seperti ini.
    Trims

  3. Rusdi
    18 November 2009 at 17:39

    kalo benar membaca quran itu sunat tentunya para sahabat nabi lebih dulu mencontohkan, bahkan dari nabi sendiri melakukannya. tapi ini tidak ada riwyatnya….jadi kesimpuannya baca quran di kuburan adalah hal yg di ada adakan alias bid ah…

    • 18 November 2009 at 18:36

      Anda termasuk kelompok Ingkarus-Sunnah ya??

      عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقول : « إذا مات أحدُكم فلا تحبسوه ، وأَسْرِعوا به إلى قبره ، وليُقْرَأْ عند رأسه بفاتحة الكتاب ، وعند رجليه بخاتمة سـورة البقرة في قبره » . أخرجه الطبراني والبيهقي في شعب الإيمان ، وإسناده حسن كما قال الحافظ في الفتـح ، وفي روايـة « بفاتحة البقرة » بدلاً من « فاتحة الكتاب

      Dari ibni ‘umar : saya mendengar rasulallah berkata : jika seseorang diantara kalian meninggal, maka jangan ditahan ( diinapkan ). dan cepatlah dimakamkan. bacakanlah di quburnya surat fatihah diatas kepalanya, dan dikedua kakinya dg akhir surat baqarah ( ayat qur’an yang biasa dipakai tahlil ). ditakhrij oleh thabrany dan baihaqi dalam bab sya’bul iman, dan isnadnya hasan sebagamana dikatakan oleh al-hafidz dalam fathnya ( nbama kitab : fathul mughits ). dan dalam satu riwayat dg : bifatihatil baqarah sebagai pengganti dari fatihatilkitab

      ما رواه عبد الرحمن بن العلاء بن اللَّجْلاَجِ ، عن أبيه قال : قال لي أبي – اللَّجْلاَجُ أبو خالد – : يا بُنَيَّ ! إذا أنا متُّ فأَلْحِدْني ، فإذا وضَعْتَني في لحدي فقل : بسم الله ، وعلى ملة رسول الله ، ثم سُنَّ عليَّ التراب سنًّا – أي ضَعْه وضعًا سهلاً – ، ثم اقرأ عند رأسي بفاتحة البقرة وخاتمتها ؛ فإني سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقولُ ذلك . أخرجه الطبراني في المعجم الكبير ، قال الهيثمي : ورجاله موثوقون » .

      diriwaytkan oleh ‘abdurrahman bin ‘ala bin lajlaj dari ayahnya : berkata padaku ayahnya lajlaj abu khalid : hai anakku, jika aku mati, maka kuburkanlah, dan jika engkau meletakkanku di liang kubur, maka katakanlah : bismillah wa’ala millati rasulillah, kemudian letakanlah padaku debu ( dari bacaan itu ). dan kemudian bacakanlah diatas kepalaku dg fatihatil baqarah dan akhirannya ( sebagaimana hadis diatas ). karena saya mendengar rasulullah SAW mengatakan hal itu. ditakhrij oleh thabrani dalam mu’jam kabirnya. berkata al haitsami : rijalnya tsiqqah.

  4. Abu Dias
    7 December 2009 at 09:54

    Jangan jadikan rumahmu bagai kuburan …

    Apakah Syaitan akan lari dari kuburan yang dibacakan Al-Baqarah?

    Iqra’u Yassin ‘ala mautaqum, hadits dhaif, terjemahannya pun salah. Mirip dgn Talqin “La ilaha ilallah” kepada yg hendak mati, dianggap boleh juga mentalqin yang sudah mati??? ANEH.

    Semoga Allah melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid.

    • Abu Umar
      24 August 2011 at 07:51

      Wahai akhi abu dias, apakah akhi sudah pernah membaca tulisan berikut:

      947- وعن عمرو بن العاص رضي الله عنه قال‏:‏ إذا دفنتمونى، فأقيموا حول قبري قدر ما تنحر جذور، ويقسم لحمها حت أستأنس بكم، وأعلم ماذا أراجع به رسل ربي‏”‏ ‏(‏‏(‏رواه مسلم‏.‏ وقد سبق بطوله‏)‏‏)‏‏.‏
      وقال الشافعي رحمه الله‏:‏ ويستحب أن يقرأ عنده شيء من القرآن، وإن ختموا القرآن عنده كان حسناً
      3. Artinya: “Dari ‘Amr bin al-‘Ash r.a., katanya: “Jikalau engkau semua telah memakamkan saya, maka berdirilah di sekitar kuburku sekadar selama waktu menyembelih seekor unta lalu dibahagi-bahagikan dagingnya, sehingga saya dapat merasa tenang bertemu dengan engkau semua dan saya dapat memikirkan apa-apa yang akan saya jawabkan kepada utusan-utusan Tuhanku – yakni malaikat yang akan menanyakan sesuatu.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits ini sudah diuraikan selengkapnya yang panjang diatas.
      Imam as-Syafi’I rahimahullah berkata: “Disunnahkan kalau di sisi mayat yang sudah dikuburkan itu dibacakan sesuatu dari ayat-ayat al-Quran dan jikalau dapat di-khatamkan al-Quran itu seluruhnya, maka hal itu adalah baik.” (Imam Nawawi, Riyadus Sholihin II : 51)

  5. 7 December 2009 at 17:32

    Jangan debat tulisan saya..
    Debat lah sunnah Rasul…
    Sudah jelas tertulis diatas…
    Wass

  6. anti wahabi
    8 December 2009 at 11:00

    dawai qolbu ana setuju dengan nte
    bwt abu diaz lo mutazilah ya
    al-qur’an adalah mukjizat tertinggi dan ia adalah syifa bagi yg msh hdup atwpn yg dah matiiiiiiiiiiii karna ia adalah kalamullah

  7. Abu Dias
    1 January 2010 at 07:21

    Berdalil dengan hadits dhaif/palsu untuk ibadah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

    Yang saya tulis adalah kutipan dari hadits shahih, yakni “Jangan jadikan rumahmu bagai kuburan …” dan “Semoga Allah melaknat orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid”.

    Silahkan rujuk ke hadits shahih tentang nabi menancapkan pelepah kurma, adakah diriwayatkan bahwa beliau membacakan al-Quran?

    Sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam. Seburuk-buruk perbuatan adalah yang diada-adakan (hr Muslim) maka beribadah dengan dalil riwayat yang dhaif/palsu haruslah ditinggalkan.

    • Abu Umar
      11 November 2011 at 13:38

      Wahai akhi abu dias, apakah anda mengingkari Hadist yg di riwayatkan oleh Imam Muslim berikut..??.Merasa lebih hebat dari Imam Syafii kah anda..??..atau malah anda akan mengatakan hadist2 yg tidak sesuai dengan mazhab anda adalah dhaif/palsu..??…merasa lebih pinter kah dari seorang muhaditsin..??….:

      947- وعن عمرو بن العاص رضي الله عنه قال‏:‏ إذا دفنتمونى، فأقيموا حول قبري قدر ما تنحر جذور، ويقسم لحمها حت أستأنس بكم، وأعلم ماذا أراجع به رسل ربي‏”‏ ‏(‏‏(‏رواه مسلم‏.‏ وقد سبق بطوله‏)‏‏)‏‏.‏
      وقال الشافعي رحمه الله‏:‏ ويستحب أن يقرأ عنده شيء من القرآن، وإن ختموا القرآن عنده كان حسناً
      3. Artinya: “Dari ‘Amr bin al-’Ash r.a., katanya: “Jikalau engkau semua telah memakamkan saya, maka berdirilah di sekitar kuburku sekadar selama waktu menyembelih seekor unta lalu dibahagi-bahagikan dagingnya, sehingga saya dapat merasa tenang bertemu dengan engkau semua dan saya dapat memikirkan apa-apa yang akan saya jawabkan kepada utusan-utusan Tuhanku – yakni malaikat yang akan menanyakan sesuatu.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits ini sudah diuraikan selengkapnya yang panjang diatas.
      Imam as-Syafi’I rahimahullah berkata: “Disunnahkan kalau di sisi mayat yang sudah dikuburkan itu dibacakan sesuatu dari ayat-ayat al-Quran dan jikalau dapat di-khatamkan al-Quran itu seluruhnya, maka hal itu adalah baik.” (Imam Nawawi, Riyadus Sholihin II : 51)

      Silakan di baca lagi hadist yg di uraikan oleh akhi Dawai Qolbu..
      عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقول : « إذا مات أحدُكم فلا تحبسوه ، وأَسْرِعوا به إلى قبره ، وليُقْرَأْ عند رأسه بفاتحة الكتاب ، وعند رجليه بخاتمة سـورة البقرة في قبره » . أخرجه الطبراني والبيهقي في شعب الإيمان ، وإسناده حسن كما قال الحافظ في الفتـح ، وفي روايـة « بفاتحة البقرة » بدلاً من « فاتحة الكتاب

      Dari ibni ‘umar : saya mendengar rasulallah berkata : jika seseorang diantara kalian meninggal, maka jangan ditahan ( diinapkan ). dan cepatlah dimakamkan. bacakanlah di quburnya surat fatihah diatas kepalanya, dan dikedua kakinya dg akhir surat baqarah ( ayat qur’an yang biasa dipakai tahlil ). ditakhrij oleh thabrany dan baihaqi dalam bab sya’bul iman, dan isnadnya hasan sebagamana dikatakan oleh al-hafidz dalam fathnya ( nbama kitab : fathul mughits ). dan dalam satu riwayat dg : bifatihatil baqarah sebagai pengganti dari fatihatilkitab

      ما رواه عبد الرحمن بن العلاء بن اللَّجْلاَجِ ، عن أبيه قال : قال لي أبي – اللَّجْلاَجُ أبو خالد – : يا بُنَيَّ ! إذا أنا متُّ فأَلْحِدْني ، فإذا وضَعْتَني في لحدي فقل : بسم الله ، وعلى ملة رسول الله ، ثم سُنَّ عليَّ التراب سنًّا – أي ضَعْه وضعًا سهلاً – ، ثم اقرأ عند رأسي بفاتحة البقرة وخاتمتها ؛ فإني سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقولُ ذلك . أخرجه الطبراني في المعجم الكبير ، قال الهيثمي : ورجاله موثوقون » .

      diriwaytkan oleh ‘abdurrahman bin ‘ala bin lajlaj dari ayahnya : berkata padaku ayahnya lajlaj abu khalid : hai anakku, jika aku mati, maka kuburkanlah, dan jika engkau meletakkanku di liang kubur, maka katakanlah : bismillah wa’ala millati rasulillah, kemudian letakanlah padaku debu ( dari bacaan itu ). dan kemudian bacakanlah diatas kepalaku dg fatihatil baqarah dan akhirannya ( sebagaimana hadis diatas ). karena saya mendengar rasulullah SAW mengatakan hal itu. ditakhrij oleh thabrani dalam mu’jam kabirnya. berkata al haitsami : rijalnya tsiqqah.

  8. 3 January 2010 at 19:58

    Wah mas..
    Sebelum ngomong lebih jauh, lebih baik perhatikan dulu apa yg anda tulis..
    Sejak kapan hadits dhoif = palsu ??
    Kalo anda bilang hadits dhoif/palsu itu berarti sama saja hadits dhoif = hadits maudhu..
    Hati-hati mas…😀

  9. Gus r
    12 October 2010 at 16:59

    Abu diaz anda telah memelintir Al-Quran dan hadits, derajat anda sama dengan yahudi yg memelintir kitab terdahulu, pelajari duluu dengan selengkapnya, jgn setengah2

  10. miura anita
    1 March 2011 at 18:19

    Abu Dias….. sdh tdk usah berdebat Semoga Allah menunjukkan nya kejalan yg lurus

  11. 10 April 2011 at 10:05

    ya… terlihat para TAQLID BONGKOANnya Abu Dias/Abu Bias… selalu membiaskan hadist…:D

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: