Home > Fiqih > Dzikir Dengan Suara Keras

Dzikir Dengan Suara Keras

dzikirDzikir dengan dibaca keras boleh kah? Seringkali ada pertanyaan yang mengalir dari setiap orang. Ada 2 versi jawaban yang kedua nya berdasar Quran dan Sunnah, dan telah ditelaah oleh para Imam yang telah terjamin ilmu nya. Dan kedua-duanya bisa dijadikan dasar. Oleh karena itu sikap bijak manusia sangat dibutuhkan dalam melihat hal-hal yang terkesan berbeda. Karena diluar itu ada dasar atau pegangan yang sekiranya kita tidak mengetahuinya. ulasannya sebagai berikut.

Ada beberapa dalil dari Al-Qur’an dan Hadis Nabi yang ada relevansinya dengan masalah ini, yaitu sebagai berikut:

  • Firman Allah dalam Al-Qur’an:

    “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raaf:55)

    Ayat ini dengan jelas memberikan petunjuk agar dalam berdoa itu tidak mengeraskan suara.

  • Firman Allah dalam Al-Qur’an:

    “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara……” (QS Al-A’raaf:205)

    Ayat ini dengan tegas memberikan petunjuk pula agar tidak mengeraskan suara dalam berzikir.

  • Dalam kitab Jawahirul Bukhari karangan Imam Mushthafa Muhammad Imarah, sebuah hadis disebutkan sebagai berikut:

    Dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a., beliau berkata: Kami beserta Rasulullah Saw. apabila kami melihat sebuah lembah di antara dua gunung, kami membaca tahlil dan takbir dengan suara yang keras. Nabi Saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia, rendahkanlah suaramu, karena kamu bukan memanggil yang tuli dan bukan pula memanggil yang gaib. Sesungguhnya ia beserta kamu, sesungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha dekat.” (Riwayat Imam Bukhari, kitab Jawahirul Bukhari, halaman 325)

    Imam Syihabuddin Al-Qasthalani ketika mengomentari hadis tersebut berkata:

    Dari hadis itu (dapat dipahami), hukumnya makruh mengeraskan suara dalam berdoa dan berdzikir. (Ta’liq kitab Jawahirul Bukhari, halaman 325)

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mengeraskan suara ketika berdoa dan berdzikir hukumnya makruh karena tidak sesuai dengan petunjuk Allah dalam Al-Qur’an dan petunjuk Nabi dalam hadis.

Mengenai hukum mengeraskan suara ketika berdzikir sehabis salat, ada ulama yang membolehkan, bahkan ada yang menyunatkan. Mereka berdalil dengan sebuah hadis sahih berikut ini:

Dari Ibnu Abbas, beliau berkata, “Sesungguhnya mengeraskan suara dikala berzikir seusai orang-orang melaksanakan salat fardu pernah dilakukan pada masa Nabi Saw.” Selanjutnya Ibnu Abbas berkata, “Aku mengetahuinya dan mendengarnya apabila mereka telah selesai dari salatnya dan hendak meninggalkan masjid.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadis ini terdapat dalam beberapa kitab berikut ini:

  • Shahih Bukhari, Juz I, halaman 152
  • Shahih Muslim, Juz I, halaman 236
  • Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadz-dzab, Juz III, halaman 485
  • Al-Futuhatur Rabbaniyah, Juz III, halaman 31
  • Al-Adzkkarun Nawawiyah, halaman 67

Berdasarkan hadis ini, tidak salah bila kita mengatakan bahwa mengeraskan suara dikala berzikir sehabis salat fardu adalah sunat, dan bukan bid’ah.

Berkenan dengan hadis tersebut, Imam Syafii berpandangan: Berzikir dengan suara keras, hukumnya adalah sunat bila ada motif mengajarkan kepada para makmum. Kalau bukan karena motif itu, sunat dibaca dengan “sir” (suara rendah). Hal ini diungkapkan oleh Imam Syihabuddin Al-Qasthalani sebagai berikut:

Imam Syafii (Rahimahullah), sebagaimana telah diceritakan oleh Imam Nawawi (Rahimahullah), mempertangguhkan hadis ini, bahwasanya mereka (Nabi Saw. dan para sahabatnya) mengeraskan suaranya dalam berzikir sehabis salat fardu itu bersifat temporer, karena ada motif mengajarkan sifat zikir; mereka tidak secara kontinyu mengeraskan suaranya. Menurut pendapat yang terpilih, imam dan makmum tidak mengeraskan suaranya kecuali bila dipandang perlu untuk mengajar hadirin. (Kitab Irsyadus Sari Syarah Shahih Bukhari, Juz II, halaman 136)

Imam Syafii dalam kitabnya, Al-Umm, dengan tegas berkata:

Saya memilih, imam dan makmun agar berzikir setelah selesai salat, dan merendahkan suara dalam berzikir kecuali bagi imam yang hendak mengajarkan zikir, harus mengeraskan suara hingga ia menganggap cukup mengajarkannya, setelah itu membaca secara sir. (Kitab Al-Umm, Juz I, halaman 110)

Imam Zainuddin, pengarang kitab Fathul Mu’in, berfatwa:

Disunatkan berzikir dan berdoa secara sir seusai salat. Maksudnya, hukumnya sunat membaca zikir dan berdoa secara sir bagi orang yang salat munfarid, berjemaah (makmun), imam yang tidak bermaksud mengajarkannya dan tidak bermaksud pula memperdengarkan doanya supaya diamini mereka. (Kitab Fathul Mu’in, halaman 24)

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Men-jahar-kan suara ketika berzikir dan berdoa sehabis salat fardu hukumnya makruh, sunat bila dibaca secara sir.
  • Sunat men-jahar-kannya, bagi imam yang bermaksud mengajarkannya kepada makmum.
  • Bila imam berkeinginan untuk diaminkan doanya maka disunatkan membacanya secara jahar.

Untuk memperdalam masalah ini, bacalah kitab-kitab berikut ini:

  • Irsyaadul ‘Ibaad, halaman 21
  • I’anatuth Thalibin, Juz I, halaman 184
  • Busyral Karim, Juz I, halaman 85

(http://www.alhamidiyah.com/?v=fatwa&baca=16)

Categories: Fiqih
  1. Haniifah
    3 November 2009 at 16:13

    Tidak ada sunnah berdoa untuk diaminkan seusai sholat. Yg sunnah adlh masing-masing berdzikir / berdoa.
    Jangan mengganggu ibadah yg lain dgn mengeraskan suara.
    Setanlah yg selalu mengganggu manusia.

    Boleh mengeraskan suara jk tdk mengganggu ibadah yg lain. Bahkan ada yg memang harus dikeraskan seperti adzan & khutbah.

  2. 3 November 2009 at 18:03

    Dari Ibnu Abbas, beliau berkata, “Sesungguhnya mengeraskan suara dikala berzikir seusai orang-orang melaksanakan salat fardu pernah dilakukan pada masa Nabi Saw.” Selanjutnya Ibnu Abbas berkata, “Aku mengetahuinya dan mendengarnya apabila mereka telah selesai dari salatnya dan hendak meninggalkan masjid.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

    Disitu sudah jelas bahwa kanjeng Nabi pernah mengeraskan suara sewaktu berdzikir.
    Gmn mau menggangu kan dilakukan setelah sholat.
    Wass..:)

  3. Haniifah
    11 November 2009 at 16:58

    Tafsir QS 4. An-Nisaa 115 dan QS 42. Asy Syuraa 21.
    Bagaimana dgn bacaannya, apakah sesuai atau menentang Rasul yg menyampaikan syariat tuntunan dzikir?
    Kitab Riyadhush Shalihin bab 244 hadits ke 8, 9, 10, 12.
    Biasanya dzikir keras seusai sholat akan dilanjutkan dgn doa yg dinyanyikan sambil baris berjabat tangan.
    Apa disyariatkan bacaan doa/shalawat dinyanyikan seperti ibadahnya kaum Nashara?
    Jgn membuat syariat menandingi yang telah disampaikan oleh Rasul Allah.
    Coba baca tafsir QS 20. Taahaa ayat 7.

  4. 11 November 2009 at 22:56

    Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab “az-Zuhd” yang menyatakan:- Telah memberitahu kami Husain bin Muhammad daripada al-Mas`udi daripada ‘Aamir bin Syaqiiq daripada Abu Waail berkata:- “Mereka-mereka mendakwa ‘Abdullah (yakni Ibnu Mas`ud) mencegah daripada berzikir (dalam majlis-majlis zikir), padahal ‘Abdullah tidak duduk dalam sesuatu majlis melainkan dia berzikirullah dalam majlis tersebut.”

    Dalam kitab yang sama, Imam Ahmad juga meriwayatkan bahwa Tsabit al-Bunani berkata:- “Bahwasanya ahli dzikrullah yang duduk mereka itu dalam sesuatu majlis untuk berdzikrullah, jika ada bagi mereka dosa-dosa semisal gunung, niscaya mereka bangkit dari (majlis) dzikrullah tersebut dalam keadaan tidak tersisa sesuatupun dosa tadi pada mereka”, (yakni setelah berzikir, mereka memperolehi keampunan Allah ta`ala).

    Melarang dzikir dg suara keras di masjid hukumnya kufur, karena menentang Alqur’an, Allah swt berfirman : Dirumah rumah Allah (masjid) telah Allah izinkan untuk mengangkat suara sebutan dzikir Nama Nya, dan bertasbih pada Nya di pagi hari dan sore (QS Annur 36).

    Allah swt berfirman : Mereka yg ringan timbangan pahalanya maka mereka adalah orang yg merugikan dirinya sendiri dan mereka selamanya di neraka, wajah mereka hangus terbakar dan kedua bibirnya menjulur (kesakitan dan kepanasan), bukanlah sudah dibacakan pada kalian ayat ayat Ku dan kalian mendustakannya?, maka mereka berkata : Wahai Tuhan kami, kami telah tertundukkan oleh kejahatan kami dan kami telah tergolong kaum yg sesat, Wahai Tuhan Kami keluarkan kami dari neraka dan jika kami kembali berbuat jahat maka kami mengakui kami orang yg dhalim, (maka Allah menjawab) : Diamlah kalian didalam neraka dan jangan kalian berbicara lagi, dahulu ada sekelompok hamba hamba Ku yg berdoa : Wahai Tuhan Kami kami beriman, maka ampuni dosa dosa kami, dan kasihanilah kami dan Sunguh Engkau Maha Berkasih sayang dari semua yg berkasih sayang, namun kalian mengejek mereka sampai kalian melupakan dzikir pada Ku dan kalian menertawakan mereka, Sungguh Aku membalas kebaikan mereka saat ini dan merekalah orang yg beruntung (QS Al Mukminun 103 – 111)

    Sabda Rasulullah saw : “akan tahu nanti dihari kiamat siapakah ahlulkaram (orang orang mulia)”, maka para sahabat bertanya : siapakah mereka wahai rasulullah?, Rasul saw menjawab : :”majelis majelis dzikir di masjid masjid” (Shahih Ibn Hibban hadits no.816)

    Rasulullah saw bila selesai dari shalatnya berucap Astaghfirullah 3X lalu berdoa Allahumma antassalam, wa minkassalaam….dst” (Shahih muslim hadits no.591,592)
    Kudengar Rasulullah saw bila selesai shalat membaca : Laa ilaaha illallahu wahdahu Laa syariikalah, lahulmulku wa lahulhamdu…dst dan membaca Allahumma Laa Maani’a limaa a’thaiyt, wala mu’thiy…dst” (shahih Muslim hadits no.593)

    Hadits semakna pada Shahih Bukhari hadits no.808, dan masih banyak puluhan hadits shahih yg menjelaskan bahwa Rasul saw berdzikir selepas shalat dengan suara keras, sahabat mendengarnya dan mengikutinya, hal ini sudah dijalankan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum, lalu tabi’in dan para Imam dan Muhadditsin tak ada yg menentangnya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: